AI Policies

Kebijakan AI

Journal of Regional and Budget Studies (JRBS) mengakui pentingnya kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) dan pembelajaran mesin (machine learning) dalam publikasi ilmiah. Seiring dengan semakin mudahnya akses terhadap alat AI generatif seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Grok, dan lainnya, JRBS menekankan pentingnya memperhatikan baik potensi manfaat maupun pertimbangan etika yang terkait. Kebijakan ini menjelaskan posisi resmi jurnal mengenai penggunaan alat AI oleh penulis, reviewer, dan staf editorial, dengan memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditetapkan oleh Elsevier dan Committee on Publication Ethics (COPE).

1. Penggunaan Alat AI oleh Penulis

Penulis diperbolehkan menggunakan alat AI untuk mendukung penyusunan manuskrip, selama penggunaannya transparan, bertanggung jawab, dan etis. Alat AI dapat digunakan untuk tugas-tugas seperti penyuntingan bahasa, perbaikan tata bahasa, dan pemformatan referensi. Namun, AI tidak boleh digunakan untuk menghasilkan konten yang menggantikan pemikiran ilmiah asli atau interpretasi hasil penelitian.

Yang terpenting, penulis tetap bertanggung jawab sepenuhnya atas isi karya mereka, termasuk bagian yang dikembangkan dengan bantuan alat AI.

Sesuai dengan Pernyataan Sikap COPE (2023), alat AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis dalam keadaan apa pun. Kepengarangan mengandung unsur tanggung jawab, persetujuan, dan kontribusi intelektual, yang tidak dapat dipenuhi oleh alat AI. Oleh karena itu, semua penulis yang tercantum harus merupakan individu manusia yang memenuhi persyaratan kepengarangan yang berlaku.

2. Pengungkapan Penggunaan AI

Penulis wajib mengungkapkan secara lengkap penggunaan alat AI dalam pengajuan manuskrip. Hal ini mencakup, namun tidak terbatas pada, penggunaan alat untuk pembuatan teks, pembuatan gambar, analisis data, bantuan pengkodean, atau penerjemahan.

Pengungkapan tersebut harus dicantumkan pada bagian Acknowledgements (Ucapan Terima Kasih) dalam manuskrip dan harus menyebutkan nama alat AI, versi yang digunakan, serta tujuan penggunaannya.

Sebagai contoh, penulis dapat mencantumkan pernyataan seperti berikut:

“Penulis menggunakan ChatGPT dari OpenAI untuk menyunting dan memperbaiki redaksi pada bagian Pendahuluan. Seluruh hasil keluaran telah ditinjau dan diverifikasi oleh penulis.”

Kegagalan untuk mengungkapkan penggunaan AI dapat dianggap sebagai pelanggaran standar etika publikasi dan dapat berakibat pada penolakan atau penarikan kembali (retraction) artikel.

3. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas Penulis

Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas isi dan integritas manuskrip mereka. Bahkan ketika alat AI digunakan untuk membantu penulisan atau tugas lainnya, penulis harus memastikan keakuratan, orisinalitas, dan kelayakan dari naskah yang diajukan.

Penulis diharapkan untuk memverifikasi bahwa konten yang dihasilkan AI tidak mengandung referensi yang tidak nyata (hallucinated references), klaim ilmiah yang salah, interpretasi yang bias, atau teks yang menjiplak (plagiarisme).

Penyalahgunaan alat AI, termasuk pengajuan artikel yang sepenuhnya atau sebagian besar dihasilkan oleh AI tanpa pengawasan manusia atau tanpa pengungkapan, akan dianggap sebagai pelanggaran etika sesuai dengan pedoman COPE dan kebijakan editorial jurnal.

4. Penggunaan AI dalam Proses Peer Review

JRBS mengharapkan semua reviewer melakukan evaluasi berdasarkan kerahasiaan, integritas, dan kompetensi ilmiah. Reviewer tidak diperbolehkan menggunakan alat AI untuk menghasilkan ulasan atau memasukkan konten manuskrip ke dalam platform AI tanpa izin yang jelas, karena hal ini dapat melanggar perjanjian kerahasiaan.

Jika seorang reviewer ingin menggunakan AI untuk tugas non-konten (misalnya perbaikan tata bahasa pada teks ulasan), reviewer harus memastikan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dibagikan dan harus mengungkapkan penggunaan tersebut kepada editor. Tim editorial berhak menolak ulasan yang dihasilkan melalui penggunaan AI yang tidak tepat.

5. Penggunaan AI oleh Editor

Staf editorial JRBS dapat menggunakan alat AI untuk mendukung tugas administratif atau teknis, seperti deteksi plagiarisme, pemeriksaan format, dan penyuntingan bahasa. Namun, alat AI tidak akan digunakan untuk mengambil keputusan penerimaan atau penolakan artikel.

Semua keputusan editorial akan dibuat oleh editor manusia yang kompeten untuk memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap standar etika.

6. Pertimbangan Etika dan Pencegahan Bias

Penggunaan AI tidak boleh mengganggu integritas etika. Penulis harus memastikan bahwa alat AI tidak menghasilkan bias, misrepresentasi, atau konten yang menyinggung.

Penulis dianjurkan untuk menilai secara kritis hasil yang dihasilkan AI dan menghindari ketergantungan berlebihan pada alat tersebut, terutama dalam tugas yang memerlukan pertimbangan akademik yang mendalam.

7. Pelanggaran dan Konsekuensi

Setiap upaya untuk menyajikan konten yang dihasilkan AI sebagai karya asli, memalsukan referensi atau data menggunakan AI, atau tidak mengungkapkan penggunaan alat AI dapat dianggap sebagai pelanggaran etika publikasi.

JRBS berhak untuk:

ü Menolak manuskrip secara langsung
ü Meminta revisi atau perbaikan
ü Menarik kembali artikel setelah publikasi (retraction)
ü Memberitahukan institusi afiliasi penulis, jika diperlukan

Semua kasus tersebut akan diselidiki sesuai dengan pedoman COPE mengenai pelanggaran etika penelitian.

8. Peninjauan dan Pembaruan Kebijakan

Kebijakan AI ini akan ditinjau secara berkala dan diperbarui sesuai kebutuhan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan praktik terbaik dalam publikasi ilmiah.

JRBS tetap berkomitmen untuk mendukung inovasi yang bertanggung jawab sekaligus melindungi kualitas dan integritas komunikasi ilmiah.

References

  1. Elsevier (2023). Generative AI Policies for Journals. Retrieved from:
    https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/generative-ai-policies-for-journals
  2. Committee on Publication Ethics (COPE) (2023). Position Statement on Authorship and AI Tools. Retrieved from:
    https://publicationethics.org/guidance/cope-position/authorship-and-ai-tools
  3. Committee on Publication Ethics (COPE) (2024). Discussion Document on AI and Peer Review. Retrieved from:
    https://publicationethics.org/news/cope-publishes-guidance-on-ai-in-peer-review
  4. Committee on Publication Ethics (COPE) (2023). Discussion Paper: Ethical Considerations in the Use of Generative AI in Publishing.
    https://publicationethics.org/topic-discussions/artificial-intelligence-ai-and-fake-papers